<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dika21 Weblog</title>
	<atom:link href="http://andika21.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andika21.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 04:44:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andika21.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dika21 Weblog</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andika21.wordpress.com/osd.xml" title="Dika21 Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andika21.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keikhlasan dan kesabaran seorang Suami&#8230;</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2011/09/13/keikhlasan-dan-kesabaran-seorang-suami/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2011/09/13/keikhlasan-dan-kesabaran-seorang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 07:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan itu telah berjalan empat tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=437&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/suami.jpg"><img class="size-full wp-image-439 aligncenter" title="suami" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/suami.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Pernikahan itu telah berjalan empat tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.</p>
<p>Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.<br />
Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa. Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri. Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.</p>
<p>Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya:</p>
<p>“Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.</p>
<p>Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah dihadapannya. Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.Sang istri pun bed rest di rumah sakit. Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.”Haah, pergi?”. Kata sang istri.”Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.</p>
<p>Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan. Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.</p>
<p>Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga. Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari `Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.<br />
Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya. Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.</p>
<p>Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.</p>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/sedekah-suami-dan-istri.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-440" title="sedekah suami dan istri" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/sedekah-suami-dan-istri.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>saudaraku&#8230; terkadang Allah memberikan kita cobaan begitu berat, tapi yakinlah Allah akan memberikan cobaan kepada umatnya sesuai dengan batas kemampuan umatnya tersebut. kesabaran dan keihklasan dalam menghadapi cobaan yang diberikan allah adalah kunci berserah diri yang harus kita miliki. jangan mudah putus asa dan jangan mudah menyerah, allah bersama orang yang selalu tawakkal&#8230; karna kepada siapa lagi kita akan berlindung kecuali kepada-Nya. semoga cuplikan cerita ini bermanfaat dan pengingat bagi kita smua amin.. (Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya) sumber <a href="http://ayonikah.net/ternyata-suamiku-3-bulan-tak-memandang-wajahnya.html">Disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=437&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2011/09/13/keikhlasan-dan-kesabaran-seorang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/suami.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/09/sedekah-suami-dan-istri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sedekah suami dan istri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluhan seorang Anak&#8230;..</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2011/07/18/keluhan-seorang-anak/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2011/07/18/keluhan-seorang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 06:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak… “Ada apa?” tanya sang ayah….. “aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek… aku <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=429&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/07/ayah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-430" title="Ayah dan Anak" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/07/ayah.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…</p>
<p>“Ada apa?” tanya sang ayah…..</p>
<p>“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…</p>
<p>aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …</p>
<p>aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …</p>
<p>aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…</p>
<p>aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…</p>
<p>aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…</p>
<p>Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.</p>
<p>Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…</p>
<p>“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.<br />
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.<br />
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”<br />
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”<br />
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”<br />
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”<br />
” Nah, akhirnya kau mengerti”<br />
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”<br />
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…</p>
<p>dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”<br />
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”<br />
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,</p>
<p>jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”</p>
<p>” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”<br />
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya</p>
<p>****</p>
<p>saudaraku&#8230;. terkadang kita terburu-buru ingin mencapai sesuatu dalam hidup ini, kita lupa akan adanya proses yang harus dilalui terlebih dahulu apa lagi dalam hal pencarian materi. kita hanya menginginkan yg instan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha. Sebagai contoh dengan adanya pesugihan&#8230;. dan hal yg berbau klenik di jalankan demi mendapatkan sesuatu yang sering kita dengar. itu merupakan suatu usaha, betul&#8230;.. tetapi usaha yang tidak benar. Dalam hidup ini kita sering mendengarkan pepatah mengatakan &#8220;berakit-rakit kita kehulu dan berenang ketepian.. bersakit-sakit dahulu baru bersenang kemudian&#8221; pepatah tersebut menunjukkan bahwa ada proses yang harus kita jalani untuk mendapatkan sesuatu dan dalam menjalani proses tersebut jarang yang mulus dan lancar banyak hambatan /duri di sepanjang jalan. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam mencapai sebuah keinginan.</p>
<p>Hidup ini ibaratnya pendakian gunung, berjalan diatas batu yang terjal dan badai serta kabut untuk sampai ke puncak. setelah sampai kepuncak akan menikmati keindahan alam yang jarang kita temui&#8230; usaha yang dilakukan selama perjalanpun akan terbayar, begitu pula dalam hal beribadah. Dalam beribadah kepada-Nya kita jangan memikirkan apa yg akan kita dapatkan tetapi fokuslah untuk terus beribadah dengan niat yang tulus dan ikhlas. &#8220;Allah tidak akan melihat berapa banyak engkau beribadah, melainkan karna apa engkau melakukan ibadah itu&#8221; dalam beribadah harus diiringi dengan niat tulus dan ikhlas tanpa pamrih itu akan lebih baik. untuk itu saudaraku&#8230; marilah kita terus berusaha untuk memperbaiki diri dari sekarang, janganlah mengeluh karna allah tidak menyukai orang yang mengeluh, untuk itu marilah Jalani dengan sabar dan Terima dengan ikhlas.</p>
<p>semoga Tulisan ini bermanfaat !!</p>
<p>sumber :<a title="" href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9121807">Disini</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=429&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2011/07/18/keluhan-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/07/ayah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ayah dan Anak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat?</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2011/03/19/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2011/03/19/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 23:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja, Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=415&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cincin-nikah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-416" title="cincin-nikah" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cincin-nikah.jpg?w=510" alt=""   /></a>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah  senja, Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya  yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah  istrinya melahirkan anak keempat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak  bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga  seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Dan  lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.</p>
<p>Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan  mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia  letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.  Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya  tersenyum.</p>
<p>Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya  sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.  Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas  maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa  saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang  tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia  selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar  dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka,  sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih  kuliah.</p>
<p>Pada suatu hari, keempat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua  mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah  tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu  mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu , semua anaknya  berhasil.</p>
<p>Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata &#8220;Pak, kami  ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu  tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak  izinkan kami menjaga Ibu&#8221;. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya,&#8221;Sudah yg  keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibu pun  akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan  berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji  kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian.</p>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/etika-suami-isteri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-417" title="etika-suami-isteri" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/etika-suami-isteri.jpg?w=510" alt=""   /></a>Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.  &#8220;Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk  nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu  kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan  kalian&#8221;. Sejenak kerongkongannya tersekat.<br />
&#8220;Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta  yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya  Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia  meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak  yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana  dengan Ibumu yg masih sakit.&#8221;<br />
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, mereka pun melihat  butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu  ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.</p>
<p>Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV  swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan  kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri  Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis  beliau dengan tamu yg hadir di studio. Kebanyakan kaum perempuanpun  tidak sanggup menahan haru.<br />
Di situlah Pak Suyatno bercerita. &#8220;Jika manusia didunia ini mengagungkan  sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi  waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih  istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun  dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan  dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang  dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan  ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya  apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia  sakit&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">******</p>
<p>Cerita ini Berdasarakan kisah nyata yang dialami oleh Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal  di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam  memajukan industri Reksadana di Indonesia. bisa dijadikan renungan dan intropeksi bagi diri kita.</p>
<p>Mampukah kita mencintai tanpa sayarat??? pertanyaan yang simpel tapi susah untuk dilakukan&#8230; kebanyakan awalnya kita bisa mencintai apa adanya tetapi godaan dari iblis dan syetan yang menimbulkan rasa pamrih dan niat ingin imbalan dan laenya menghancurkan itu semua. untuk itu marilah kita terus berusaha untuk mencintai ataupun melakukan sesuatu tanpa syarat bisa dikatakan kita melakukan sesuatu dengan ikhlas. Terutama dalam hal habluminallah&#8230; kita harus mencintai Allah dan Rasulullah itu harus tanpa embel-embel atau niat dibelakangya. karna itu menunjukkan rasa sykur dan mensyukuri kita kepadaNya. telah banyak nikmat yang diberikan kepada kita selama ini, tak patutlah kalo kita banyak menuntut  dengan melakukan ibadah tujuannya di barengi rasa pamrih, ingin ini&#8230; ingin itu&#8230; tetapi lakukanlah ibadah itu dengan niat tulus dan ikhlas. kita harus berusaha mengejar rahmat, nikmat dan karunia Allah, maka insyallah ridhoNya akan kita dapatkan&#8230;&#8230; aminn</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>semoga cuplikan cerita ini bermanfaat dan bisa dijadikan intropeksi diri bagi kita semua.</p>
<p>dicuplik dari <a href="http://forum.detik.com/mampukah-kita-mencintai-istri-atau-suami-kita-tanpa-syarat-t87897.html">sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=415&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2011/03/19/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cincin-nikah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cincin-nikah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/etika-suami-isteri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">etika-suami-isteri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2011/03/16/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2011/03/16/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 08:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=410&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cry.jpg"><img class="alignleft" title="cry" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cry.jpg?w=180&#038;h=170" alt="" width="180" height="170" /></a>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.</p>
<p>&#8220;Siapa yang mencuri uang itu?&#8221; Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, &#8220;Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!&#8221;</p>
<p>Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, &#8220;Ayah, aku yang melakukannya!&#8221;</p>
<p>Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, &#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? &#8230;</p>
<p>Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221; Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.</p>
<p>Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, &#8220;Kak, jangan</p>
<p>menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.&#8221; Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.</p>
<p>Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, &#8220;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik&#8230;hasil yang begitu baik&#8230;&#8221; Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, &#8220;Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?&#8221;</p>
<p>Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata,</p>
<p>&#8220;Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.&#8221; Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. &#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?</p>
<p>Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!&#8221; Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221; Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.</p>
<p>Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: &#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.&#8221;</p>
<p>Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan<br />
air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17tahun. Aku 20tahun.</p>
<p>Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).</p>
<p>Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, &#8220;Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!&#8221; Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, &#8220;Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?&#8221; Dia menjawab, tersenyum, &#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?&#8221;</p>
<p>Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, &#8220;Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, &#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.&#8221;</p>
<p>Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.</p>
<p>Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. &#8220;Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!&#8221; Tetapi katanya, sambil tersenyum, &#8220;Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..&#8221;</p>
<p>Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. &#8220;Apakah itu sakit?&#8221; Aku menanyakannya.</p>
<p>&#8220;Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan&#8230;&#8221; Ditengah kalimat itu ia berhenti.</p>
<p>Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/kasih-adik-kakak.jpg"><img class="aligncenter" title="kasih-adik-kakak" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/kasih-adik-kakak.jpg?w=320&#038;h=220" alt="" width="320" height="220" /></a><br />
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, &#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.&#8221;</p>
<p>Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, &#8220;Mengapa kamu menolak menjadi manajer?</p>
<p>Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;</p>
<p>Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.</p>
<p>&#8220;Pikirkan kakak ipar&#8211;ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?&#8221;</p>
<p>Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: &#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221; Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.</p>
<p>Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, &#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?&#8221; Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, &#8220;Kakakku.&#8221;</p>
<p>Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. &#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.</p>
<p>Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.&#8221;</p>
<p>Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.</p>
<p>Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, &#8220;Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.&#8221; Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.</p>
<p>Diterjemahkan dari : &#8220;I cried for my brother six times&#8221;</p>
<p>Mr. Tai Meng</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>sungguh cerita yang menyentuh hati, pengorbanan dan perjuangan seorang adik yang selalu menjaga dan mengutamakan kebahagian kakaknya. suatu fenomena yang jarang kita temukan saat ini, dimedia cetak to televisi banyak menyebutkan prihal tentang kakak dan adik yang merebutkan harta warisan dan masih banyak lagi contoh yang lain.<br />
<em> </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Terima dengan ikhlas dan jalani dengan sabar&#8221;</em></p>
<p><em></em><br />
merupakan salah satu kunci dalam menjalani hidup. semoga tulisan diatas bisa mengingatkan kita dan menjadi perenungan bagi kita dalam hal kasih sayang seorang adik ke kakaknya atau sebaliknya.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=410&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2011/03/16/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/cry.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/kasih-adik-kakak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kasih-adik-kakak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ungkapan Sayang dengan Foto 4&#215;6</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2011/03/15/ungkapan-sayang-dengan-foto-4x6/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2011/03/15/ungkapan-sayang-dengan-foto-4x6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 05:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Seperti hari-hari kemarin,Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung. Sedihnya Hamzah, bukan karena persoalan besar, bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Namun, kesedihannya karena satu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting. ”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 1-5 tahun menyayangi orang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=400&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/ayah-anak.jpg"><img class="size-full wp-image-401 aligncenter" title="ayah-anak" src="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/ayah-anak.jpg?w=510" alt=""   /></a><br />
Seperti hari-hari kemarin,Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung. Sedihnya Hamzah, bukan karena persoalan besar, bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Namun, kesedihannya karena satu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting. ”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 1-5 tahun menyayangi orang tuannya” ? Ya, pertanyaan itulah yang manjadi beban pikiran dirinya saat ini. Meskipun juga Hamzah mengakui kalo dirinya bukanlah ayah yang baik. Marah adalah hal yang wajar terjadi. Namun, marah ketika terlihat oleh anak berusia 2 tahun adalah perkara yang berbahaya untuk perkembangan emosionalnya. Dan Hamzah mengakui hal itu. Mulai hari itu ia bertekad untuk menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anaknya.</p>
<p style="text-align:left;">Mulai saat itu, setiap hari Hamzah pulang kantor dengan tergesa-gesa. Sebab hanya satu tujuannya. Bagaimana mendapatkan jawaban dari Ridwan anaknya ! Bermain danbercengkerama dengan anaknya lebih lama adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan jawaban kata ”Iya”.</p>
<p style="text-align:left;">Hari itu Hamzah membeli bola berukuran besar. Lebih besar dari ukuran tubuh Ridwan. Mereka bermain lebih lama. Hamzah rela menjadi penjaga gawang yang berpura-pura jatuh ketika menangkap bola. Dan itu terjadi berulang-ulang hingga mengundang tawa Ridwan. Hingga mereka letih bermain. Hamzah mengajak Ridwan duduk sebentar. Hamzah mengambikan segelas air minum yang akan diminum berdua. Pikiran Hamzah, Ini saat yang tepat menanyakannya.</p>
<p style="text-align:left;">”Nak, Ridwan sayang sama abi ga ?” Kali ini Ridwan menatap wajah Hamzah. Hamzah menanti…..tiba-tiba Ridwan berkata ”Abi, ayo main bola lagi !…. Hamzah terdiam, mungkin pertanyaan itu ditanyakan ketika suasana tidak tepat pikirnya.</p>
<p style="text-align:left;">Malam harinya, Hamzah membacakan buku ”Akhlaq Islami” kepada anaknya.Kali ini Hamzah membacanya dengan sabar dan lebih lama dari biasanya. Malam itu 9 buku dibacanya sampai habis. Hingga ketika anaknya terlihat mengantuk, Hamzah berinisiatif untuk menyeka punggung Ridwan. Ketika usapan demi usapan dilakukannya, terbesit keingginan untuk menanyakan kepada anaknya ”Nak, Ridwan sayang ka sama abi?”… Ridwan terdiam, ternyata Ridwan keburu tidur sebelum ditanya. Hmm….biarlah, mungkin ia letih bermain tadi siang. Sambil mengusap punggung, dipandanginya wajah anaknya. Hamzah berkata di telingga anaknya. ”Nak, maafkan abi jika ternyata abi bukanlah ayah yang<br />
baik untukmu. Hingga engkau sulit mengatakan kata ”Iya”. Tapi biarlah, abi akan berusaha menjadi ayah yang baik”.<br />
Malam pun berlalu, tanpa jawaban yang diimpikannya….</p>
<p style="text-align:left;">Sepulang shalat subuh, dompetnya berserakan! Ridwan ternyata telah bangun ketika Hamzah ke masjid. Foto dan tanda pengenal berceceran kemana-mana. Dengan sabar Hamzah mengambilnya dan memperbaikinya kembali. Hamzah berkata ke anaknya”Jangan dibuka dompet abi ya, disini banyak tanda pengenal yang penting. Nanti kalo hilang bagaimana ? ” Ridwan mengangguk tanda setuju. ”Oke! Ayo kita toss dulu” kata Hamzah. Dan Ridwan pun mengangkat dan membuka jarinya untuk toss dan tersenyum.<br />
”Ok ummi, ayo berangkat” kata Hamzah.<br />
Waktu menunjukkan pukul 06.50.</p>
<p>eh, ternyata Ridwan tak mau ganti baju. Bajunya yang dipake tidur tidak mau digantinya. Baju 48 bermotif mobil traktor dengan saku di depan itu terlihat kumal. Tapi Ridwan tetap tak mau ganti baju. Bahkan sampai menangis ketika bajunya mau dilepas. Karena takut terlambat ke kantor, maka biarlah Ridwan tidak mandi dan tak mau ganti baju.<br />
Sore itu, Hamzah pulang tak lagi tergesa-gesa. Toh Ridwan tak menunjukkan itikad mengucapkan kata-kata ”Iya” untuk dirinya. Maka kali ini Hamzah melakukan aktifitas seperti biasa. Menjemput Ridwan di rumah nenek yang ternyata memakai baju yang sama dengan baju tadi pagi. Kata nenek ”Ridwan ngak mau ganti baju, dia jingkar ( Menangis hebat ) kalo bajunya mau dilepas”</p>
<p>Malam itu Hamzah tak ingin bermain bola bersama anaknya. Hamzah menggiring Ridwan untuk tidur lebih awal. Maka diiringilah tidur Ridwan dengan tilawah.Setelah terlelap tidur. Hamzah meminta istrinya untuk mengganti baju Ridwan yang kumal karena besok pagi giliran Hamzah yang mencuci baju. Sepulang shalat subuh, Ridwan belum bangun. Tumpukan baju satu persatu dicucinya. Hingga tiba pada baju bermotif traktor Ridwan. Baju yang dipake seharian. Ketika mencuci, Hamzah menemukan foto 4×6 dirinya di saku baju Ridwan…Dan hal itulah yang membuat Ridwan tersenyum dan berkata dalam hati ”Tak usahlah engkau berkata ”Iya” Nak. Abi sudah tahu jawabannya”……</p>
<p style="text-align:center;">Anak-anak Belajar Dari Kehidupannya<br />
jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki<br />
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi<br />
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri<br />
Jika anak dibesarkan toleransi ia belajar menahan diri<br />
Jika anak dibesarkan dorongan ia belajar percaya diri<br />
Jika anak dibesarkan pujian ia belajar menghargai<br />
Jika anak dibesarkan sebaik-baik perlakuan ia belajar keadilan<br />
Jika anak dibesarkan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan<br />
Jika anak dibesarkan dukungan ia belajar menyenangi dirinya<br />
Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam<br />
kehidupannya (dorothy law nolie)</p>
<p style="text-align:center;">
“Bukan termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak<br />
menyayangi yang kecil ,” kata Rasulullah saw.<br />
Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ajarlah, permudahlah<br />
dan jangan persulit! Gembirakanlah dan jangan takut-takuti! Jika salah seorang dari kalian<br />
marah hendaklah berdiam diri!” (H.R. Ahmad dan Bukhari)<br />
Rasulullah Saw bersabda: ’Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena<br />
mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya<br />
akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka. (HR Bukhari, Muslim, dan At<br />
Turmudzi).</p>
<p>sungguh cerita yang mengispiratif sekali, semoga bermanfaat bagi yang membaca terutama bagi seorang ayah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sumber  <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5829149"> disini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=400&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2011/03/15/ungkapan-sayang-dengan-foto-4x6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2011/03/ayah-anak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayah-anak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih sayang burung</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2010/09/27/kasih-sayang-burung/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2010/09/27/kasih-sayang-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 06:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Nemu hal yang menarik dan mengharukan disalah satu forum&#8230; disini menggambarkan sepasang burung, yang betina sedang luka parah dan sang jantan dengan setia menemaninya menyadari sang betina sedang luka parah, sang jantan dengan setia menemani. membawa makanan dengan penuh kasih sayang memberikan perlahan. Ketika sang jantan sedang memberi makan kepadanya, tak lama kemudian sang betina <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=382&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/1.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/1.jpg?w=510" alt="" title="1"   class="aligncenter size-full wp-image-383" /></a><br />
Nemu hal yang menarik dan mengharukan disalah satu forum&#8230; <a href="http://www.dinomarket.com/newsreview/886502/2010/06/24/Jutaan-warga-amerika-dan-eropa-menangis-melihat/">disini</a><br />
menggambarkan sepasang burung, yang betina sedang luka parah dan sang jantan dengan setia menemaninya<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/2.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/2.jpg?w=510" alt="" title="2"   class="aligncenter size-full wp-image-384" /></a><br />
menyadari sang betina sedang luka parah, sang jantan dengan setia menemani.<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/3.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/3.jpg?w=510" alt="" title="3"   class="aligncenter size-full wp-image-385" /></a><br />
membawa makanan dengan penuh kasih sayang memberikan perlahan.<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/4.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/4.jpg?w=510" alt="" title="4"   class="aligncenter size-full wp-image-386" /></a> Ketika sang jantan sedang memberi makan kepadanya, tak lama kemudian sang betina mati terkulai. Sang jantan sangat terpukul dan berusaha mengangkatnya.<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/5.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/5.jpg?w=510" alt="" title="5"   class="aligncenter size-full wp-image-387" /></a> Sambil berdiri di samping tubuh sang burung betina, sang jantan kemudian “berteriak” dengan suara yang sangat menyedihkan.<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/6.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/6.jpg?w=510" alt="" title="6"   class="aligncenter size-full wp-image-388" /></a> Akhirnya sang burung jantan menyadari bahwa pasangan yang dicintainya telah meninggalkannya dan tak akan bisa hidup kembali bersamanya. Ia berdiri disamping tubuh sang betina dengan sedih dan duka yang mendalam<br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/7.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/7.jpg?w=510" alt="" title="7"   class="aligncenter size-full wp-image-389" /></a></p>
<p>jadi terharu melihat gambar ini, sepasang burung yang penuh kesetiaan mendampingi sang betina&#8230;.<br />
silahkan para pembaca mengambil hikmah dari kasih sayang sang burung ini </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=382&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2010/09/27/kasih-sayang-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/09/7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Nek&#8230;.</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2010/08/26/selamat-jalan-nek/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2010/08/26/selamat-jalan-nek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 04:19:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kehidupan dunia adalah yang pertama tapi bukan yang utama Kehidupan diakhirat adalah yang utama tapi bukan yang pertama&#8221; Allah maha berkehendak&#8230;. Menciptakan sesuatu dengan berpasang&#8221;an ada hitam ada putih ada gelap ada terang ada siang ada malam ada laki-laki ada perempuan ada hidup ada mati ada pertemuan dan ada juga perpisahan kini engakau telah kembali <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=375&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kehidupan dunia adalah yang pertama tapi bukan yang utama</p>
<p>Kehidupan diakhirat adalah yang utama tapi bukan yang pertama&#8221;</p>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/papuk.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/papuk.jpg?w=510" alt="" title=""   class="aligncenter size-full wp-image-376" /></a></p>
<p>Allah maha berkehendak&#8230;.</p>
<p>Menciptakan sesuatu dengan berpasang&#8221;an</p>
<p>ada hitam ada putih</p>
<p>ada gelap ada terang</p>
<p>ada siang ada malam</p>
<p>ada laki-laki ada perempuan</p>
<p>ada hidup ada mati</p>
<p>ada pertemuan dan ada juga perpisahan</p>
<p>kini engakau telah kembali padaNya</p>
<p>meninggalkan kami untuk menghadap padaNya</p>
<p>engkau meninggalkan kenangan, kasih sayang dan keluarga</p>
<p>engkau adalah sosok panutan bagiku dan keluarga</p>
<p>Dan engkau adalah nenek bagi kami semua yg selalu menyayangimu</p>
<p>waktu terus berlalu&#8230;</p>
<p>kebersamaan itu harus berakhir karna waktumu di dunia telah habis</p>
<p>kami hanya bisa mendoakanmu</p>
<p>semoga semua amal ibadah yg pernah kau lakukan diterima disisiNya</p>
<p>Amin&#8230;</p>
<p>selamat Jalan papuk (nenek) tersayank&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=375&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2010/08/26/selamat-jalan-nek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/papuk.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jam Terbesar di Dunia, ada di Mekah</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2010/08/14/jam-terbesar-di-dunia-ada-di-mekah/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2010/08/14/jam-terbesar-di-dunia-ada-di-mekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 07:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Tanda &#8211; tanda kebangkitan Islam telah dimulai, dimulai dari adanya jam pemersatu umat islam di dunia yang akan dipusatkan di mekah. jam yang terbesar di dunia ini dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss yang memiliki ketinggian 600 meter di mana tingginya enam kali tinggi Big Ben di Inggris. Bagian depan jam ini akan didekorasi dengan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=367&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam.jpg?w=510" alt="" title="jam"   class="aligncenter size-full wp-image-368" /></a><br />
<a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-mekah2.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-mekah2.jpg?w=510" alt="" title="jam mekah2"   class="alignright size-full wp-image-371" /></a></p>
<p>Tanda &#8211; tanda kebangkitan Islam telah dimulai, dimulai dari adanya jam pemersatu umat islam di dunia yang akan dipusatkan di mekah. jam yang terbesar di dunia ini dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss yang memiliki ketinggian 600 meter di mana tingginya enam kali tinggi Big Ben di Inggris.</p>
<p><a href="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-makkah1.jpg"><img src="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-makkah1.jpg?w=510" alt="" title="Mideast Saudi Giant Clock"   class="alignleft size-full wp-image-370" /></a><br />
Bagian depan jam ini akan didekorasi dengan mozaik kaca dan terbuat dari karbon fiber, bahan yang sangat kuat dan digunakan pada pesawat luar angkasa dan teknologi lainnya.</p>
<p>Menara jam ini merupakan bagian dari hotel Abraj Al-Bait dan komplek perumahan yang dibangun oleh kelompok konstruksi Saudi Bin Laden.</p>
<p>Dua muka utama jam ini memiliki luas 43 meter persegi. Pengunjung dapat berdiri di teras di bawah jam itu untuk melihat pemandangan kota.</p>
<p>Uji coba jam ini akan berlangsung selama tiga bulan ini, akan diawali pertama kali pada pekan pertama bulan Ramadhan. Dari empat sisi jam, hanya satu sisi jam yang sudah berhasil diselesaikan.<br />
Tampak penunjuk waktu raksasa itu dipenuhi dengan kemewahan, karena dipenuhi dengan 98 juta mosaik kaca. Setiap sisi dari jam raksasa ini akan menyertakan tulisan &#8220;Allahuakbar&#8221; dalam bahasa arab dan dilengkapi dengan lampu yang berwarna-warni.<br />
Menurut pembuatnya, jam ini dapat dilihat dari kejauhan hingga 25 kilometer.<br />
Selain itu, jam ini juga akan dilengkapi dengan dek obsevatoruim pada bagian bawahnya.<br />
Jam ini secara resmi beroperasi pada Agustus 2010 diawal puasa Ramadhan, ini diharapkan akan menjadi patokan waktu shalat bagi umat muslim di seluruh dunia.</p>
<p>Sumber ada <a href="http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/08/03/709921/jam-terbesar-di-dunia-beroperasi-di-mekah/">disini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=367&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2010/08/14/jam-terbesar-di-dunia-ada-di-mekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-mekah2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam mekah2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andika21.files.wordpress.com/2010/08/jam-makkah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mideast Saudi Giant Clock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips sehat Ala Rasulullah SAW</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2010/08/06/tips-sehat-ala-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2010/08/06/tips-sehat-ala-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 03:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi-bagi ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Kita mungkin sudah tau rasululluah adalah sosok suri tauladan yang baik untuk itu lakukanlah apa yg disukai oleh rasulullah salah satunya untuk menjaga kesehatan tubuh kita diantaranya : 1. Nabi Muhammad SAW selalu bangun menjelang fajar. Selesai shalat tidak tidur lagi tetapi terus memgucapkan zikir, mengaji, serta mencari nafkah. note : Bangun menjelang fajar memang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=364&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita mungkin sudah tau rasululluah adalah sosok suri tauladan yang baik untuk itu lakukanlah apa yg disukai oleh rasulullah salah satunya untuk menjaga kesehatan tubuh kita diantaranya :</p>
<p>1. Nabi Muhammad SAW selalu bangun menjelang fajar. Selesai shalat tidak tidur lagi tetapi terus memgucapkan zikir, mengaji, serta mencari nafkah.<br />
<em></em></p>
<p><em>note </em>: Bangun menjelang fajar memang lebih nyaman daripada bangun setelah terbit matahari karena bisa membuat tubuh kita lebih sehat, nyaman bugar. saat itulah kita dianjurkan untuk mencari untuk kehidupan duniawi.</p>
<p>2. Nabi Muhammad SAW makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Beliau makan untuk keperluan hidup, bukan hidup untuk makan.<br />
<em></em></p>
<p><em>note</em> : sebaiknya kita jangan suka untuk melebih&#8221;kan dalam hal apapun karna akan berdampak kurang bagus bagi kita.</p>
<p>3. Nabi Muhammad SAW bila marah tanpa emosi.<br />
<em></em></p>
<p><em>note</em> : Marah dengan disertai emosi tidak menunjukkan keikhlasan dan kecintaan kepada yang dimarahi. Artinya marah beliau hanya tampak dari wajah, tetapi nurani Rasulullah SAW menunjukkan sikap kasih sayang.</p>
<p>4. Nabi Muhammad SAW tidak pernah minum sambil bernafas.</p>
<p><em>note </em>: Air yang beliau minum selalu dari wadah yang tertutup. Menurut beliau, air dari wadah yang terbuka mudah terkena debu.</p>
<p>5. Nabi Muhammad SAW tidak menanggapi sesuatu yang menimpa tubuh (sakit) secara berlebihan.</p>
<p><em>note</em> : Karena bagi beliau, gampang mengeluh menunjukkan sifat tidak sabar.</p>
<p>inilah sedikit tentang kebiasan yg dilakukan rasulullah untuk menjaga kesehatn tubuhnya. silahkan bagi para pembaca diharapkan untuk menambahkan lagi.</p>
<p>sumber :<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3147138">disini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=364&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2010/08/06/tips-sehat-ala-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stress&#8230;</title>
		<link>http://andika21.wordpress.com/2010/03/01/manajemen-stress/</link>
		<comments>http://andika21.wordpress.com/2010/03/01/manajemen-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 23:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dika21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi-bagi ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andika21.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. beberapa cara yang dapat digunakan untuk memanajemen stres agar tidak terjadi atau berlebihan.: 1. Perhatikan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=360&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.<br />
beberapa cara yang dapat digunakan untuk memanajemen stres agar tidak terjadi atau berlebihan.:</p>
<p><strong>1. Perhatikan lingkungan sekitar anda</strong></p>
<p>Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.</p>
<p><strong>2. Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan</strong></p>
<p>Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.</p>
<p><strong>3. Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele</strong><br />
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.</p>
<p><strong>4. Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi</strong><br />
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.</p>
<p><strong>5. Hindari reaksi yang berlebihan</strong><br />
Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?</p>
<p><strong>6. Tidur secukupnya</strong><br />
Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.</p>
<p><strong>7. Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar</strong><br />
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.</p>
<p><strong>8.  Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda</strong><br />
Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.</p>
<p><strong>9. Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri</strong><br />
Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>10. Jangan membebani diri anda secara berlebihan</strong><br />
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.</p>
<p><strong>11. Ubahlah cara pandang anda</strong><br />
Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.</p>
<p><strong>12. Lakukan sesuatu untuk orang lain</strong><br />
Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.</p>
<p><strong>13. Hindari stress</strong><br />
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun atau boleh juga ngaskus .</p>
<p><strong>14. Tingkatkan ketahanan diri anda</strong><br />
Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah Saya membuat diri saya sendiri menjadi&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>15. Cobalah untuk memanfaatkan stress</strong><br />
Jika anda tidak dapat melawan apa yang mengganggu anda, dan anda tidak dapat menghindar darinya, berjalanlah seiring dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara produktif.</p>
<p><strong><span style="font-size:small;">Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif</span></strong></p>
<p><strong>Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu  dengan baik daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu  yang terjadi. semoga manajemen stress ini bermanfaat amin&#8230;.</strong></p>
<p>mengutip dari sumber yang ada di<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2664000"> sini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andika21.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andika21.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andika21.wordpress.com&amp;blog=1658928&amp;post=360&amp;subd=andika21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andika21.wordpress.com/2010/03/01/manajemen-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a56d0cf2cf70c8336250f9e764b21843?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dika21</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
